7 Manfaat Rumah Bersih dan Elegan untuk Kesehatan

Manfaat Rumah Bersih dan Elegan untuk Kesehatan

Manfaat Rumah Bersih dan Elegan untuk Kesehatan – Ada kalanya orang ragu untuk mengatur rumah dan membersihkannya dengan alasan, tetapi akan berantakan lagi. Meski banyak aspek positif jika rumah Anda bersih dan elegan, ada juga banyak kekurangan di rumah yang berantakan dan kotor. Berikut ini beberapa keuntungan jika Anda memiliki masa inap yang nyaman.

Manfaat Rumah Bersih dan Elegan untuk Kesehatan
Manfaat Rumah Bersih dan Elegan untuk Kesehatan

Terlihat Lebih Baik dan Lebih Segar

Jelas, rumah yang elegan, bersih dan teratur akan membuat penghuninya merasa lebih nyaman. Ruang keluarga yang elegan ke kamar mandi yang bersih akan menciptakan perasaan baru.

Lebih Percaya Diri dalam Mengundang Tamu

Banyak orang merasa cemas atau malu jika mereka mengundang orang lain karena rumah mereka berantakan. Cobalah untuk bergaya agar lebih percaya diri dalam mengundang teman atau kolega.

Warga Lebih Produktif dan Bebas Stres

Menurut banyak penelitian, lingkungan yang bersih akan membuat orang lebih fokus pada pekerjaan mereka agar lebih produktif.

Jauh dari Alergi

Pembersihan rumah secara teratur akan menghilangkan debu dan alergi yang ditimbulkannya. Debu dapat mengiritasi hidung, tenggorokan, dan mata, menyebabkan mata merah, bersin, atau pilek.

Baik untuk Kesehatan Mental

Kamar yang bersih dan elegan membuat kita merasa tenang dan fokus. Tentu saja kondisi ini baik untuk kesehatan mental. Membersihkan rumah juga merupakan salah satu cara untuk menghilangkan depresi. Penderita depresi disarankan untuk menjaga rumah mereka tetap bersih sampai pikiran bersih juga.

Mengurangi Risiko Cedera

Hal-hal yang jatuh dengan tidak hati-hati atau tidak teratur dapat menyebabkan orang yang tersandung dan jatuh, menyebabkan cedera.

Latihan atau Olahraga

Membersihkan rumah juga sama dengan berolahraga dan membantu membakar kalori. Terlebih saat diiringi musik yang membuat Anda rileks. Rumah tidak hanya elegan dan bersih, tubuh menjadi sehat karena sering “berolahraga”.

Cara Menjaga Ruangan Rumah Tetap Bersih Sehat

Cara Menjaga Ruangan Rumah Tetap Bersih Sehat

Cara Menjaga Ruangan Rumah Tetap Bersih Sehat- Apakah udara di rumah Anda terasa kesal? Apakah Anda berbau busuk? Jika demikian, maka Anda perlu mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kualitas udara di rumah Anda.

Anda mungkin tidak dapat melihatnya, tetapi udaranya selalu tercemar oleh produk kimia dan partikel dari lingkungan dan debu. Padahal, ini adalah salah satu penyebab utama alergi dan masalah pernapasan. Sayangnya, banyak orang mengabaikannya.

Karena itu, enam tip mudah berikut ini memungkinkan Anda untuk meningkatkan kualitas udara dalam ruangan di rumah Anda. Dengan cara ini, Anda dapat mencegah masalah kesehatan, seperti dikutip dari Step to Health pada hari Rabu, 24 Januari 2018.

Cara Menjaga Ruangan Rumah Tetap Bersih Sehat
Cara Menjaga Ruangan Rumah Tetap Bersih Sehat

Gunakan Produk Pembersih Rumah yang Ramah Lingkungan

Ada banyak larutan pembersih dengan produk kimia, meskipun ada alternatif alami. Jadi Anda bisa menjaga kebersihan rumah Anda tanpa memengaruhi udara di rumah dan lingkungan Anda.

Saran:

  • Hindari menggunakan terlalu banyak semprotan kimia. Ini karena mengisi udara dengan racun sintetis berbahaya
  • Pilih untuk membersihkan rumah Anda dengan cuka putih, lemon, atau soda kue
  • Gunakan kulit jeruk dan bumbu alami sebagai alternatif penyegar udara kimia.

Jaga Rumah Anda Tetap Rapi

Jika Anda ingin mencegah penumpukan debu, debu, dan kendaraan mudah menguap lainnya, jangan kumpulkan terlalu banyak benda atau alat yang tidak perlu.

Meskipun keinginan untuk menghias, lebih baik hanya memiliki elemen dasar.

Saran:

  • Bersihkan rumah Anda, terutama boneka binatang, karpet dan kain pelapis. Jika sudah, pastikan untuk mencucinya secara teratur.
  • Jika Anda memiliki hewan peliharaan, perhatikan kebersihannya. Pastikan untuk menyimpan mainan dan tempat tidur yang telah didesinfeksi.

Jangan Lupa Membuat Fentilasi

Faktor pendukung penting dalam menciptakan tubuh dan jiwa yang sehat dan bebas penyakit datang dari lingkungan yang sehat juga, rumah tempat Anda tinggal.
Untuk menyegarkan udara di setiap kamar di rumah Anda, Anda perlu membuka pintu dan jendela setidaknya selama 20-30 menit per hari. Ini harus dilakukan terutama jika rumah Anda cenderung agak pengap.

Saran:

  • Biarkan udara dari luar memasuki ruangan setidaknya 20 hingga 30 menit sehari.
  • Buka semua pintu dan jendela Anda. Termasuk kamar mandi dan dapur
    Lakukan ini setiap hari agar udara di rumah Anda tetap segar.

Cek Artikel Lain Kami di Generasi Hijau

Kontrol Kelembaban

Kelembaban di dinding dan langit-langit tidak hanya menyebabkan bau tak sedap di rumah. Ini juga merupakan penyebab langsung masalah pernapasan dan kulit.

Meskipun ini adalah masalah struktur atau ventilasi yang buruk, penting untuk mencoba mengendalikannya begitu Anda menyadarinya.

Saran:

  • Ketahui ruang basah di rumah Anda dan pastikan sudah disaring.
  • Gunakan produk alami untuk mengendalikan jamur seperti cuka dan lemon.
  • Jika cuaca masih basah, cobalah untuk menyewa seorang ahli yang akan melakukan kerusakan dan perbaikan semacam ini.

Jangan Merokok di Rumah

Tirai cenderung menyerap bau dari area di sekitar rumah, seperti bau masakan dapur dan asap rokok.
Merokok di rumah adalah kebiasaan buruk. Ini bahkan memengaruhi semua anggota keluarga Anda yang lain. Asap rokok beredar di udara. Karena penuh dengan racun, itu mengganggu kesehatan pernapasan semua orang.

Akumulasi bahan kimia biasanya di dalam ruangan. Bahkan, Anda bisa bernafas dengan bau asap yang menempel.

Saran:

  • Merokok berbahaya bagi kesehatan Anda. Hindari merokok sebanyak mungkin.
  • Temukan dukungan dan solusi untuk berhenti merokok.
  • Jika Anda memutuskan untuk tetap merokok, lakukanlah di luar ruangan.

Manfaatkan Tanaman Indoor

Ada puluhan tanaman indoor yang tidak hanya memberikan sentuhan dekoratif ruangan Anda. Ini juga membantu mensterilkan udara secara alami.

Tanaman ini memiliki kemampuan untuk menyaring polutan. Selain itu, ini meningkatkan keseimbangan pH di rumah Anda.

Saran:

  • Tumbuhan yang dapat menyerap polutan: bambu, pakis, ivy, anggrek, lily perdamaian, lotus, ganja viper, Laceleaf, Gerbera jamesonii, pohon cemara, azalea.

Oke, begitu saja ya, jangan lupa dimanfaatkan sebaik mungkin.

Grup LINE vs Whatsapp

Dengan munculnya period smartphone, saat ini aplikasi untuk chatting semakin ngetrend. Salah satu fitur yang sangat bermanfaat yaitu grup chat. Per ada komunitas, biasanya orang-orang di komunitas tersebut akan membuat grup chat agar dapat menjadi tempat bercengkerama dan berbagi informasi. Misalnya grup alumni, grup karyawan kantor, grup pengurus, grup teman most important, dsb.

Saat ini berdasarkan pantauan saya, ada 2 aplikasi terbesar yang biasa digunakan untuk membuat grup chat, yaitu LINE dan Whatsapp (WA). Kedua aplikasi ini dapat di-install di berbagai OS, baik Android, iPhone, maupun Blackberry. Kita dapat chatting, sharing foto & video, bahkan ada fitur voice name lagi (walaupun pas saya coba agak ada delay, biasa lah VoIP :P). Jadi mana kah dari 2 aplikasi tersebut yang lebih baik? Berikut perbandingannya dari berbagai aspek:

Kapasitas Anggota

Saat ini ada batasan jumlah anggota yang dapat di-invite ke dalam grup. Untuk WA, kapasitasnya 100 orang. Sedangkan LINE dua kali lipatnya, yakni 200. Jika anggotanya ada di bawah 100, maka aman-aman saja pilih mana pun. Sedangkan jika di atas 100, maka mendingan LINE agar semua dapat masuk. Sedangkan jika di atas 200, keduanya tidak muat deh XD. Lagipula kalo grup isinya terlalu rame biasanya banyak yang tidak aktif, dan yang aktif pun banyak yang nyampah, hehehe..

Stabilitas

Aplikasi yang bagus adalah yang stabil dan dapat diandalkan saat dibutuhkan. WA dapat dibilang merupakan aplikasi yang lebih ‘ringan’ daripada LINE. Memang beberapa orang yang mengakses LINE melalui smartphone yang low-end, kadang HP-nya suka jadi lambat, bahkan nge-hang. Padahal saat membuka WA aman-aman saja. Memang, fitur di LINE bisa banyak makanya bikin agak berat. Tapi kalo HP-nya pada bagus-bagus sih no problemo 😀

Akses Melalui Komputer

Ada saatnya kita lebih favor ngecek chat melalui PC/laptop computer. LINE dari dulu telah dapat diakses melalui aplikasi desktop. Sedangkan WA beberapa bulan lalu telah meluncurkan fitur Whatsapp Internet yang memungkinan untuk mengakses WA melalui browser. Hanya saja untuk memakai fitur ini, WA di HP harus lagi aktif dan tersinkron. Berbeda dengan LINE yang independen, jadi tetep dapat akses LINE di komputer meskipun di HP tidak terinstall LINE.

Board Publish

Pada suatu grup chat, pasti banyak sekali informasi yang dishare. Agar data penting tidak hilang ataupun tertimbun chat-chat, maka sebaiknya disimpan di Board Publish. Fitur ini hanya ada di LINE, dapat dikomentari pula. Bahkan anggota yang baru gabung pun tetep dapat lihat post-post sebelumnya. Berhubung di WA tidak ada fitur ini, kadang diakali dengan menyimpan data tersebut dalam bentuk gambar. Nanti jika ingin ngecek lagi, tinggal cari di album WA.

Emoticon

Bagi sebagian golongan, emoticon penting untuk mengekspresikan emosi. Line dari dulu terkenal dengan stikernya yang lucu-lucu dan bervariasi, bahkan ada yang dapat gerak-gerak. Berbeda dengan WA yang emoticonnya standar. Tapi untuk grup yang formal, stiker yang alay gitu lagi kurang cocok sih..

***

Demikian beberapa perbandingan LINE dan WA dari beberapa aspek. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Silakan dipilih sesuai kondisi dan kebutuhan anggota. Mungkin ada yang mau menambahkan? ^^

Kalo pada beberapa grup chat saya sih, di LINE dan Whatsapp sama-sama dibuat grupnya. Untuk percakapan sehari-hari dilakukan di WA. Sedangkan jika ada data penting, dapat di-post di LINE. Ada yang gitu lagi kah? 🙂

Cara Kinerja SMS Pada Sebuah Handphone

Cara Kinerja SMS Pada Sebuah Handphone

kita mulai dari hal yang sederhana dulu deh, yakni SMS Name Circulation dalam jaringan GSM. Kita tentu udah acquainted dengan teknologi SMS (Quick Message Service). Hampir tiap hari kita berkirim maupun menerima SMS. Dari anak-anak hingga dewasa dari berbagai kalangan pun biasanya telah paham bagaimana cara mengirim SMS. Nah, tapi ataukah kamu bagaimana SMS kalian itu diproses sehingga dapat ‘diantar’ dari ponsel pengirim menuju penerima? Di sini akan saya jelaskan secara ‘awam’ agar sederhana dipahami.

Sebelumnya mari berkenalan dengan istilah-istilah penting yang menjadi pos-pos pengiriman SMS:

MSC (Cellular Switching Heart) dan VLR (Customer Location Register)

MSC berfungsi untuk mengatur dan mengalihkan layanan yang masuk dari suatu perangkat (dapat berupa sms, panggilan, knowledge, dsb) sehingga dapat diteruskan kepada komponen yang bertugas menanganinya. VLR berisi knowledge para pelanggan mana saja yang sedang berada dalam jangkauan suatu daerah. Artinya, per daerah tertentu memiliki sebuah VLR dan ketika ada orang bawa HP pergi ke daerah itu misalnya, maka nomor dan knowledge dia akan tercatat di VLR sana. MSC dan VLR biasanya saling terintegrasi.

HLR (Dwelling Location Register)

HLR menyimpan semua knowledge pelanggan secara rinci, termasuk VLR mana yang sedang dikunjungi pelanggan tersebut.

Baca juga : Cara menyambungkan HP ke TV

SMSC (SMS Heart)

SMSC adalah komponen utama yang khusus menangani pengiriman SMS. SMSC bertugas mengatur standing pengiriman SMS dan dapat menyimpan pesan yang dikirim saat penerima sedang tidak aktif.

Nah, ini dia proses pengiriman SMS:

*Pengirim mengetik pesan, memasukkan nomor penerima, lalu tekan tombol SEND*

1. HP pengirim menyampaikan request ke MSC bahwa dia akan mengirim pesan.

2. MSC bekerja sama dengan VLR memeriksa apakah si pengirim ini diperbolehkan mengirim SMS (ngecek apakah pulsa tersedia, misalnya). Jika ya, pengirim akan memberika pesan dan nomor penerima yang selanjutnya diteruskan ke SMSC. Jika tidak, ya ngasih laporan pesan tidak dapat dikirim.

*Sending Message… (loading)*

3. SMSC bertugas menyampaikan SMS yang akan dikirim. Namun, dia tidak tahu di mana si penerima berada. Oleh karena itu SMSC menghubungi HLR.

4. HLR mencari tahu VLR mana yang sedang mencatat nomor si penerima (artinya penerima sedang berada di daerah kekuasaannya :-P). Jika nomor penerima tidak terdaftar, HLR akan memberi pesan error ke SMSC yang akan diteruskan ke pengirim (*Message not despatched*). Jika VLR tempat penerima ketemu, selanjutnya HLR memberi informasi VLR tersebut kepada SMSC.

5. SMSC telah tahu kemana harus mengirim SMS, akhirnya mengirim pesan ke VLR bersangkutan. Jika HP penerima sedang tidak aktif, SMSC tetap menyimpan isi pesan selama waktu tertentu sebelum dihapus.

*Message Despatched*

6. VLR tujuan pun akhirnya menyampaikan pesan yang diantar oleh SMSC ke HP penerima. Lalu SMSC mengirimkan informasi pengiriman berhasil kepada pengirim.

*Message Delivered*