Air Terjun Lepas Pantai Toroan Madura

Apa wisatawan lain yang kamu suka? Air terjun atau pantai? Atau bahkan keduanya? Saya berdua jelas! Tetapi bisakah Anda masih memiliki dua sensasi perjalanan pada saat yang sama? Bisakah kamu benar-benar mendengarkan

Selain dua air terjun lepas pantai yang cukup terkenal di Jawa Timur yaitu Pantai Banyutibo Pacitan dan Pantai Banyu Anjlok di Kabupaten Dampit Malang, di Kota Ketapang Sampang Madura ada juga air terjun lepas pantai yang disebut Pantai Toroan. Jarang ada fenomena air terjun yang bergabung dengan pantai sekaligus. Bahasa Toroan sendiri adalah bahasa yang menurun atau menurun.

Ternyata area ini penuh dengan legenda yang sejarahnya diyakini diturunkan dari generasi ke generasi. Sebelumnya, ada sepasang suami istri yang tinggal di dekat air terjun bernama Brienggono dan Siti Fatimah. Kemudian mereka berdua berkelahi dan menuduh satu sama lain bahwa mereka curang, cerita pendek dari keduanya bersumpah emosi.

Birenggono bersumpah bahwa jika dia tidak menipu, makamnya akan dengan mudah digali bahkan jika dia hanya menggunakan kayu, sementara Fatimah bersumpah bahwa jika kepolosannya terbukti, kuburan tidak akan tersapu oleh air sungai. Ketika mereka berdua mati, ternyata kedua sumpah itu benar-benar terjadi, bahkan makam Fatima yang terletak di tengah sungai tidak terkikis oleh air, tetapi terbelah dua dan merupakan cikal bakal air terjun. Pernah menjadi penonton.

Saya sangat beruntung bisa mengunjungi tempat ini penuh dengan legenda dan buktinya ketika Anda berkunjung, air terjunnya eksotis karena langsung lepas pantai ke Pantai Nepa. Didominasi oleh bebatuan karnag yang cukup besar, pelancong perlu berhati-hati tidak hanya tajam tetapi juga licin. Volume air yang cepat menambah eksotisme air terjun setinggi 20 meter ini. Sangat keren untuk bermain air di bawah air terjun, tetapi harus digarisbawahi bahwa ada saluran di bawahnya, jadi Anda harus sangat berhati-hati untuk bermain air di daerah air terjun.

Air terjun Toroan dapat dicapai melalui jalur utama Surabaya dan kemudian melalui jembatan Suramadu, terus menuju Bangkalan dan Pamekasan. Atau bagi para pelancong yang ingin mencoba naik perahu melintasi Selat Madura, mereka dapat naik bus dari terminal Bungurasih menuju Madura, karena bus menggunakan perahu dan tidak melalui jalan tol Suramadau. Saat itu, para ancer-ancernya setelah SMA 5 Pamekasan belok kiri ke arah Ketapang dan kemudian terus berjalan lurus hingga menemukan air terjun ini tepat di pinggir jalan. Departemen Transportasi setempat telah memberikan tanda untuk air terjun, jadi jangan khawatir tersesat.

Jaraknya hanya empat kilometer dari pusat kota Sampang. Fasilitas di sekitarnya masih sangat minim, tidak ada konter di dalam dan Anda hanya membayar parkir Rp. 5.000 untuk dua roda dan Rp. 10.000 untuk empat roda. Masih belum ada fasilitas tambahan seperti toilet dan bahkan Muhsolla, tetapi sudah ada beberapa kios makanan dan minuman. Tidak jarang bagi wisatawan untuk menemukan penambang pasir karena penduduk Toroan sering menggunakan daerah ini untuk menemukan pasir.

Di sini Anda dapat menemukan tur lengkap dari sejarah legenda, mengambil foto dengan latar belakang air terjun dan pantai, bermain air, dan berburu saat matahari terbenam. Lokasi Toroan sempurna untuk bersantai sambil menikmati matahari terbenam, dan tidak jarang bagi para fotografer untuk berkumpul di area ini untuk memotret lanskap air terjun lepas pantai dengan langit oranye kemerahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *